Pemerintah Singapura khawatir AI bisa memutus jenjang karier pekerja muda

Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 16.14
Pemerintah Singapura khawatir AI bisa memutus jenjang karier pekerja mudaIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Latest News

Baca di Website Asli ↗
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat memutus jenjang karier pekerja muda karena menggantikan tugas-tugas rutin yang biasanya menjadi sarana pembelajaran di awal karier. Ia menekankan pentingnya perusahaan tetap melatih dan mendampingi pekerja muda, serta pemerintah sedang mengkaji skema baru untuk memastikan hal itu. Laporan Kementerian Tenaga Kerja Singapura menunjukkan sebagian perusahaan yang mengadopsi AI mengurangi pekerja dan perekrutan, meski banyak juga yang mendesain ulang pekerjaan atau menciptakan posisi baru. Wong menegaskan AI dan teknologi harus bermanfaat bagi seluruh warga Singapura, bukan sekadar adopsi teknologi tanpa pertimbangan. Ia menyebut Singapura tidak berkompromi dalam sistem kritis, informasi sensitif, dan tanggung jawab manusia, dengan keputusan penting tetap di tangan manusia. Pemerintah juga mendukung seruan internasional untuk memperkuat pengamanan terhadap frontier AI di tengah kekhawatiran risiko kehilangan kendali atas sistem yang sangat kuat. Singapura menyambut baik langkah Amerika Serikat yang membentuk standar sukarela untuk AI, meski laboratorium AI terkemuka belum sepakat soal bentuk standarnya. Wong menilai standar tersebut dapat dikembangkan bertahap, termasuk melalui badan pengelola internasional independen dan proses audit independen, agar laboratorium frontier terdorong ikut serta. Ia berharap aturan internasional mengenai pengembangan AI yang aman dapat diberlakukan, meski secara realistis dalam waktu dekat kemungkinan sulit terwujud.

Berita Terkait Lainnya