AI checker adalah alat yang digunakan untuk menganalisis dan memprediksi apakah suatu konten, terutama tulisan, dibuat menggunakan AI generatif. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan model pembelajaran mesin yang dilatih menggunakan contoh teks dari manusia dan AI untuk mengenali pola pembeda, lalu menampilkan hasil deteksi dalam bentuk skor atau persentase. Beberapa layanan populer antara lain GPTZero, Turnitin, dan Originality.ai, serta ada juga tool untuk mendeteksi konten visual seperti gambar dan video.
Namun, AI checker tidak selalu akurat. Dua kondisi kesalahan yang umum adalah false positive, ketika tulisan manusia terdeteksi sebagai AI, dan false negative, ketika tulisan AI dianggap buatan manusia. Akurasi deteksi dipengaruhi oleh panjang teks, bahasa, jenis konten, dan kemampuan model pendeteksi, sehingga hasil yang sama bisa berbeda pada teks yang berbeda.
OpenAI baru-baru ini mengumumkan akan menambahkan watermark tak kasatmata pada teks yang dihasilkan ChatGPT dan Codex di Uni Eropa. Watermark ini berupa pola statistik pemilihan kata yang dapat dikenali alat pendeteksi khusus, meski penerapannya bertahap dan masih memiliki keterbatasan, misalnya pada teks pendek atau yang sudah banyak diedit.
Karena itu, hasil AI checker sebaiknya digunakan hanya sebagai petunjuk awal, bukan bukti mutlak untuk menuduh seseorang menggunakan AI. Pemeriksaan lebih lanjut dan konteks penulisan tetap diperlukan sebelum menarik kesimpulan.