Ratko Mladic, komandan militer Serbia-Bosnia yang bertanggung jawab atas genosida lebih dari 8.000 Muslim Bosnia di Srebrenica, meninggal dunia pada usia 84 tahun saat menjalani hukuman seumur hidup di penjara PBB, Den Haag. Kematiannya mengakhiri kehidupan salah satu pelaku kejahatan perang utama, namun kembali memunculkan pertanyaan tak terjawab terkait jaringan internasional yang memasok senjata ke pasukannya selama perang Bosnia 1992–1995.
Salah satu isu yang sorot adalah dugaan peran Israel dalam memfasilitasi bantuan militer kepada pasukan Serbia meski terdapat embargo senjata PBB. Pengacara HAM Israel, Eitay Mack, dan pakar genosida Yair Auron telah berupaya membongkar dokumen resmi terkait ekspor pertahanan Israel ke bekas Yugoslavia pada masa itu.
Namun, Mahkamah Agung Israel menolak permohonan kebebasan informasi tersebut pada 2016 dengan alasan dapat membahayakan keamanan nasional dan hubungan luar negeri. Penolakan ini menciptakan kesenjangan akuntabilitas dan menyimpan rahasia terkait skala ekspor senjata serta perantara perdagangan yang terlibat selama masa konflik.