Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah terus memantau kondisi dan mengirim bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya mengecek kondisi pengungsi di Kabupaten Nagekeo, Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan rakyat menghadapi bencana sendirian.
Untuk menunjang kegiatan belajar, pemerintah menyiapkan perbaikan sekolah sementara yang mungkin akan menggunakan tenda terlebih dahulu demi alasan keamanan. Presiden juga meminta masyarakat untuk bersabar karena berdasarkan keterangan ahli, dibutuhkan waktu maksimal tiga minggu lagi agar kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Setelah kondisi aman, pemerintah akan mulai membangun hunian sementara serta melakukan perbaikan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak. Prabowo juga menyampaikan ucapan belasungkawa bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.
Berdasarkan data BNPB hingga 25 Agustus, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus telah bertambah menjadi 103 jiwa.