Iran dan Oman mencapai kesepakatan untuk membagi pendapatan dari aktivitas pelayaran serta wilayah perairan di Selat Hormuz, sebagaimana dinyatakan juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi. Kedua negara juga membahas pembentukan koridor pelayaran sementara dan operasi pembersihan ranjau bersama di jalur tersebut.
Meski demikian, Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi persyaratan yang diajukan, termasuk mengakhiri permusuhan dan mencabut blokade laut. Ketegangan ini berawal dari gencatan senjata pada 18 Juni yang kemudian dibatalkan Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli.
Pasca pembatalan, terjadi serangkaian saling serang antara pasukan AS dan Iran. AS menyebut serangannya sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal komersial, sementara Iran menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan AS berakhir. Trump menanggapi dengan menyatakan AS akan menjadi penjaga selat tersebut dan memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.