BNPB melaporkan bahwa 4,6 juta liter air telah digunakan untuk operasi water bombing dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas, meliputi Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.
Upaya pemadaman masih dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti karakteristik lahan gambut yang membutuhkan banyak air, penyusutan sumber air, serta cuaca dan jarak pandang terbatas yang menghambat operasi udara.
Untuk mengatasi kekurangan air, petugas membangun sumur bor dan membuka kanal agar air mengalir ke titik api. Operasi darat menjadi metode utama, sementara operasi modifikasi cuaca juga dilakukan dan telah berhasil memicu hujan di beberapa wilayah Kalimantan Barat.
BNPB mengimbau masyarakat yang terdampak karhutla maupun gempa di Nusa Tenggara Timur untuk tetap waspada, menuruti arahan petugas, serta tidak membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan.