Masyarakat terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Manggarai Timur, NTT, membutuhkan layanan psikososial untuk memulihkan trauma pasca-bencana.
Kepala Dinas PPPA Kabupaten Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas, menyampaikan bahwa banyak anak-anak mengalami ketakutan berlebih, terutama terhadap potensi tsunami, sehingga lebih memilih tinggal di posko pengungsian daripada kembali ke rumah.
Kristiani menegaskan perlunya layanan ini dimasifkan mengingat kondisi geologi Flores yang rawan gempa, serta mengajak masyarakat untuk mulai bersahabat dengan kondisi tersebut melalui edukasi.
Mendukung hal itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong mahasiswa psikologi yang sedang KKN untuk didatangkan ke NTT guna memberikan pendampingan psikologis yang berkelanjutan bagi para korban.