Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan perlindungan sosial bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung berkelanjutan. Ia menegaskan penanganan bencana tidak boleh hanya berfokus pada kebutuhan darurat, tetapi juga keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak.
Selly juga meminta Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk lebih fokus pada penanganan dampak bencana di NTT. Ia mengingatkan agar tugas pokok Kemensos terkait pelayanan dan perlindungan sosial tidak terabaikan oleh agenda lain di tengah situasi bencana ini.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT per Selasa (25/8) bertambah menjadi 103 jiwa. Korban tersebar di berbagai kabupaten, dengan Manggarai menjadi wilayah dengan korban terbanyak yakni 41 orang.
Data BNPB juga menunjukkan mayoritas korban jiwa adalah perempuan dengan persentase 55 persen. Berdasarkan kelompok usia, sebanyak 45 persen korban merupakan lansia, diikuti 37 persen dewasa, 12 persen anak dan remaja, serta sisanya balita dan batita.