Wabah difteri di negara bagian Kano, Nigeria barat laut, telah menewaskan setidaknya 50 anak dengan beberapa lainnya sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian tersebut mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan darurat dan menerapkan Undang-Undang Perlindungan Kesehatan untuk mengatasi wabah tersebut.
Wabah disebut sangat parah di komunitas Ridin dan Sabuwar Kaura, serta telah menyebar ke enam wilayah pemerintah daerah lainnya. Anggota legislatif menegaskan bahwa langkah penanganan darurat sejauh ini masih terbatas, sehingga membutuhkan lebih banyak obat-obatan dan tenaga kesehatan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025, sedikitnya 884 kematian akibat difteri tercatat di 30 dari 36 negara bagian di Nigeria. WHO telah mendesak Nigeria untuk meningkatkan cakupan vaksinasi hingga minimal 80 persen guna memastikan perlindungan komunitas.
Risiko penyebaran penyakit ini semakin tinggi karena lebih dari 2 juta anak di Nigeria belum mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan sebagian belum pernah menerima dosis vaksin sama sekali.