Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, memperingatkan bahwa eskalasi ancaman di Timur Tengah berisiko mengganggu perdamaian internasional, keamanan energi, dan perdagangan global. Peringatan ini disampaikan dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, menekankan bahwa keamanan kawasan Teluk tidak terpisahkan dari stabilitas dunia.
Pangeran Faisal menuduh Iran sebagai pihak yang melakukan serangan nyata terhadap Arab Saudi dan negara-negara Teluk, menargetkan sumber daya keamanan serta fasilitas sipil dan ekonomi. Ia menegaskan hak Arab Saudi untuk melindungi kedaulatan, warga negara, dan sumber daya nasionalnya, seraya mendesak komunitas internasional menghadapi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Ia menyerukan kebebasan navigasi di jalur perairan vital seperti Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden, serta menolak penggunaan jalur tersebut sebagai instrumen tekanan. Pangeran Faisal juga meminta situasi di Selat Hormuz kembali ke status sebelum 28 Februari tanpa biaya atau pembatasan, dan mendukung upaya de-eskalasi termasuk inisiatif Qatar dan Pakistan.
Lebih lanjut, Menlu Arab Saudi mendorong pengaturan keamanan regional yang komprehensif dan berkelanjutan, menyerukan kawasan bebas dari senjata pemusnah massal, serta pengawasan internasional terhadap program nuklir damai.