Turki, Arab Saudi, dan Pakistan mengadakan pertemuan komite pertama di Istanbul sebagai tindak lanjut 'Perjanjian Pertahanan Gabungan Mekkah' yang ditandatangani pada Agustus. Aliansi miliner ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam atas meletusnya perang Iran dan konflik regional yang mengancam negara-negara Teluk.
Perjanjian tersebut menetapkan sistem pertahanan kolektif yang sangat mirip dengan klausul Pasal 5 NATO, di mana serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap semuanya. Agenda utama pertemuan ini mencakup peningkatan kemampuan militer, interoperabilitas angkatan bersenjata, dan pengembangan industri alutsista bersama.
Pembentukan blok pertahanan ini juga didorong oleh kekhawatiran bersama terkait manuver militer Israel dan Iran, di tengah jalan buntu negosiasi damai serta tekanan ekonomi yang diberikan AS. Turki menegaskan aliansi ini terbuka untuk perluasan dengan mesir sebagai kandidat potensial, namun tidak akan menggantikan aliansi militer yang telah ada sebelumnya.