100 NGO: Gencatan Senjata Di Gaza Bohong Belaka

Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 06.54
100 NGO: Gencatan Senjata Di Gaza Bohong Belaka

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Lebih dari 100 organisasi kemanusiaan, hak asasi manusia, dan masyarakat sipil menyatakan bahwa gencatan senjata di Gaza yang diumumkan setahun lalu dengan dukungan Amerika Serikat hanya berlaku di atas kertas. Mereka menuduh Israel terus melanggar kesepakatan dengan membunuh dan melukai warga Palestina setiap hari, serta membatasi masuknya bantuan, peralatan, dan material pembangunan kembali. Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.471 warga Palestina dan melukai 5.189 orang, termasuk ratusan anak-anak. Dalam tiga tahun sejak Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan 175.000 terluka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Organisasi seperti Amnesty International, Norwegian Refugee Council, Save the Children, dan Oxfam menyerukan tindakan nyata untuk menghentikan pelanggaran dan memastikan pemulihan. Kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk dengan 36 rumah sakit tidak beroperasi penuh akibat kekurangan obat, peralatan, dan bahan bakar. Lebih dari 18.500 pasien membutuhkan evakuasi medis, sementara hampir 2 juta orang membutuhkan tempat berlindung karena 80 persen bangunan rusak. Sekitar 1,4 juta orang menghadapi kelaparan tingkat krisis hingga akhir tahun. Pernyataan bersama tersebut juga menyoroti bahwa pasukan Israel semakin mendesak penduduk ke lingkungan padat dengan mengubah secara sepihak Garis Kuning yang ditetapkan sebagai zona penyangga. Serangan udara dan artileri Israel terus berlanjut di berbagai wilayah Gaza, menambah korban jiwa dan memperparah krisis kemanusiaan.

Berita Terkait Lainnya