Kopi sering dituduh sebagai penyebab utama GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) karena memicu sensasi panas di dada atau asam lambung naik. Namun, hubungan antara kopi dan GERD ternyata tidak sesederhana itu.
Melansir Mayo Clinic, kopi sebenarnya tidak secara otomatis menyebabkan GERD. Penyakit tersebut terjadi akibat melemahnya fungsi katup lower esophageal sphincter (LES) yang membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan. Akan tetapi, kopi bisa menjadi pemicu munculnya gejala GERD pada orang yang sudah memiliki kecenderungan refluks atau sensitivitas tinggi.
Ada beberapa alasan mengapa kopi memicu keluhan tersebut. Pertama, kafein dapat membuat otot LES lebih rileks sehingga penghalang antara lambung dan kerongkongan menjadi kurang optimal. Kedua, kafein dan senyawa dalam kopi merangsang peningkatan produksi asam lambung.
Terakhir, jumlah konsumsi kopi juga sangat berpengaruh. Semakin banyak kopi yang diminum, semakin besar paparan kafein ke tubuh. Oleh karena itu, individu perlu memperhatikan batas konsumsi masing-masing untuk mengetahui apakah kopi benar-benar menjadi pemicu masalah asam lambung mereka.