Penggunaan kawat gigi atau behel sering dianggap sebagai tren penampilan, padahal perawatan tersebut harus didasarkan pada indikasi medis. Dokter gigi spesialis ortodonti, drg Puspitarini Nindya Wardana, menegaskan bahwa tidak semua orang membutuhkan behel.
Beberapa kondisi gigi yang bisa menjadi pertimbangan pemasangan behel antara lain gigi berjejal, terlalu rapat atau renggang, jarak antargigi abnormal, serta masalah gigitan seperti gigitan dalam, gigitan terbuka, dan gigitan silang. Namun, keputusan akhir tetap memerlukan diagnosis profesional.
Puspitarini juga meluruskan mitos bahwa behel bisa membuat pipi menjadi tirus. Ia menjelaskan bahwa perubahan wajah biasanya disebabkan oleh pencabutan gigi, bukan oleh behel itu sendiri, sehingga behel tidak bisa dijadikan metode untuk mendapatkan bentuk wajah tertentu.
Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak memilih layanan pemasangan behel hanya berdasarkan harga murah. Keamanan perawatan ortodonti bergantung pada kualitas pemeriksaan, bahan, perencanaan, dan kompetensi tenaga medis yang menangani.