Diet ketogenik (keto) dikenal efektif untuk menurunkan berat badan, namun memunculkan kekhawatiran bagi penderita kolesterol tinggi karena mengharuskan konsumsi lemak yang sangat tinggi dan membatasi karbohidrat secara ekstrem.
Diet ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, keto dapat meningkatkan kolesterol HDL (baik) dan menurunkan trigliserida, namun di sisi lain berisiko memicu lonjakan drastis kolesterol LDL (jahat) pada beberapa individu, terutama yang memiliki kecenderungan genetik.
Bagi penderita kolesterol tinggi yang tetap ingin menjalankan diet ini, pendekatan "Clean Keto" sangat disarankan. Pendekatan ini berfokus pada konsumsi lemak tak jenuh tunggal, Omega-3, dan serat larut, serta menghindari daging olahan dan lemak trans (dirty keto).
Diet keto sangat tidak disarankan bagi penderita dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau hiperkolesterolemia familial. Oleh karena itu, konsultasi medis dan pemantauan profil lipid secara berkala menjadi langkah wajib sebelum memulai diet ini.