Pemkot Surabaya bersama Bunda Literasi mendorong peran keluarga dalam menumbuhkan kebiasaan membaca anak melalui program "Ceria" dan mendongeng. Kepemilikan buku saja tidak cukup untuk membangun minat baca tanpa adanya kebiasaan yang dilakukan berulang.
Surabaya memiliki modal literasi yang kuat dari sisi fasilitas dan capaian sekolah. Namun, kemampuan membaca yang diajarkan sekolah tidak otomatis menumbuhkan kegemaran membaca di luar tugas belajar.
Tantangan modern datang dari gawai, sehingga buku dan teknologi tidak perlu dipertentangkan. Yang dibutuhkan adalah pendampingan keluarga agar teknologi digunakan secara sehat dan ruang untuk membaca tetap tersedia.
Rumah memegang peran krusial yang tidak bisa digantikan sekolah maupun perpustakaan. Keteladanan orang tua dan kebiasaan membaca bersama akan membuat anak menganggap membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan sebuah beban.