Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak mencatat peningkatan kasus pneumonia sebesar 10 hingga 20 persen di IGD dan ruang rawat inap akibat memburuknya kualitas udara dari kabut asap.
Pihak rumah sakit telah menyiapkan tenaga medis, alat kesehatan, serta koordinasi dengan rumah sakit lain untuk mengantisipasi lonjakan pasien gangguan pernapasan lebih lanjut.
Dokter spesialis paru menjelaskan paparan asap terus-menerus dapat memicu pneumonia, dengan gejala awal seperti batuk dan bersin yang berpotensi berkembang menjadi sesak napas.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak kabut asap, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi atau asma.