Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus ketika seseorang merasa khawatir akan datangnya keburukan atau kesialan, yaitu: "Allaahumma laa ya'tii bil-hasanaati illaa anta wa laa yadfa'us-sayyi'aati illaa anta wa laa haula wa laa quwwata illaa bika." Doa ini menegaskan bahwa hanya Allah yang mampu mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan.
Seorang Muslim yang merasa menjadi penyebab kesialan hendaknya segera meluruskan keyakinannya, memperbanyak istighfar, dan bertobat kepada Allah. Rasulullah juga mengajarkan ucapan "Qadarullahu wa maa syaa'a fa'ala" (HR Muslim) sebagai bentuk penerimaan atas takdir Allah yang mengandung hikmah.
Keyakinan bahwa manusia, angka, hari, atau benda tertentu membawa kesialan bertentangan dengan prinsip tauhid. Seorang Muslim diperintahkan untuk menggantungkan seluruh harapan dan rasa takut hanya kepada Allah, sebab Dialah satu-satunya Dzat yang mengatur seluruh takdir kehidupan manusia.