Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penurunan signifikan kasus Influenza A H3N2 sub-clade K di Indonesia, yakni 22 kasus hingga minggu ke-38 Tahun 2026, jauh di bawah 166 kasus sepanjang 2025. Kasus terakhir bahkan terdeteksi sejak minggu ke-16 tahun ini, menandakan tren penularan yang terkendali.
PLT Dirjen Penanggulangan Penyakit Andi Saguni menegaskan bahwa strain dominan saat ini adalah Influenza A H1N1, bukan sub-clade K (sering disebut 'superflu' secara awam). Ia menjelaskan istilah 'superflu' bukan nomenklatur resmi WHO maupun Kemenkes.
Meskipun *positivity rate* influenza naik musiman mencapai 56 persen pada minggu ke-38, aktivitas di rumah sakit tetap rendah dan di puskesmas kategori sedang. Kenaikan ini merupakan pola biasa terjadi September hingga akhir tahun.
Kemenkes mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS): mencuci tangan, etika batuk bersin, memakai masker saat sakit, dan menghindari kerumunan berlebihan.