Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendorong warganya untuk aktif memilah sampah dari rumah sebagai upaya mengurangi volume sampah harian di kota tersebut. Ia berharap masyarakat dapat menabungkan sampah yang telah dipilah ke bank sampah yang sudah tersedia di hampir setiap RW. Pemilahan sampah dinilai tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan perhatian khusus pada penanganan sampah di sungai atau kali, karena selain mencemari lingkungan, sampah yang menumpuk dapat menghambat laju air dan memicu banjir saat debit air tinggi. Dinas Lingkungan Hidup diminta segera menyelesaikan masalah pembuangan sampah di sungai.
Direktur Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi, Mulyanto Diharjo, mengungkapkan bahwa pemilahan sampah di masyarakat belum berjalan maksimal. Padahal potensi sampah anorganik bernilai ekonomi di Kota Bekasi mencapai 20 ribu ton per bulan dengan nilai manfaat hingga Rp50 miliar.
Namun, dari potensi besar tersebut, jumlah sampah yang masuk ke BSIP hanya sekitar 200 ton per bulan dengan nilai manfaat Rp500 juta. Hal ini menunjukkan masih besarnya celah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi.