Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa rekayasa keuangan menjadi sumber masalah utama di sejumlah BUMN. Ia menyoroti adanya praktik laporan keuangan yang dipoles sehingga kondisi perusahaan tampak lebih baik dari kenyataan, yang berisiko menyebabkan keputusan pengelolaan keliru.
Selain itu, Dony menyebutkan bahwa beberapa BUMN telah melakukan impairment atau penurunan nilai aset mencapai ratusan triliun rupiah. Ia juga menekankan pentingnya independensi dan kredibilitas akuntan publik dalam mengaudit perusahaan BUMN.