BKPM sebut CCS pacu dekarbonisasi dan perkuat daya tarik investasi

Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 12.44
BKPM sebut CCS pacu dekarbonisasi dan perkuat daya tarik investasi

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menilai teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai instrumen strategis untuk mendorong dekarbonisasi industri sekaligus memperkuat daya tarik investasi di Indonesia. Teknologi ini dinilai mampu membantu sektor industri yang sulit mengurangi emisi, seperti migas, semen, dan petrokimia. Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Ichsan Zulkarnaen, menyampaikan bahwa CCS mampu menangkap lebih dari 90 persen emisi karbon sebelum mencapai atmosfer. Penerapannya dipercaya dapat membantu industri mengantisipasi kebijakan serta potensi biaya dan pajak karbon global di masa depan. Indonesia disebut memiliki posisi strategis untuk pengembangan CCS karena memiliki basis industri besar dan potensi penyimpanan CO2 yang melimpah, yakni lebih dari 577,62 gigaton. Pemerintah juga terus membangun fondasi kebijakan, termasuk pembaruan KBLI 2025, untuk memberikan kepastian usaha bagi investor. BKPM telah memetakan empat klaster potensial untuk pengembangan CCS berdasarkan kedekatan sumber emisi dan lokasi penyimpanan, meliputi Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan. Pemetaan ini diharapkan dapat mengoptimalisasi rantai nilai CCS di berbagai wilayah industri tersebut.

Berita Terkait Lainnya