Kadin Indonesia menilai penguatan aliansi dengan negara produsen sawit lain merupakan langkah strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, dan menghadapi hambatan perdagangan global. Hal ini penting mengingat kelapa sawit merupakan komoditas utama penyumbang devisa nasional dengan nilai ekspor lebih dari 20 miliar dolar AS per tahun.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, mengusulkan optimasi peran Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) sebagai wadah diplomasi perdagangan, penguatan keberlanjutan, hingga riset dan inovasi. Ia juga mendorong Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk lebih aktif menjadi katalisator kerja sama internasional.
Sementara itu, Wasekjen CPOPC Musdhalifah Machmud memastikan lembaganya terus memperkuat advokasi sektor sawit tingkat global demi kepastian akses pasar bagi negara anggota dan peningkatan persepsi positif masyarakat dunia. Upaya ini dijalankan melalui berbagai forum diskusi tingkat tinggi dan implementasi standar keberlanjutan.
Selain itu, CPOSC giat melakukan edukasi dan penyebaran informasi berbasis sains mengenai manfaat kelapa sawit. Lembaga ini juga melibatkan generasi muda untuk turut menyebarkan informasi positif melalui Program Young Elaeis Ambassadors.