Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2028. Peresmian pembangunan dilakukan oleh Danantara Indonesia bersama mitranya sebagai solusi konkret atas darurat sampah.
PSEL Bekasi dirancang mengolah 1.500 ton sampah per hari menjadi listrik yang disalurkan ke PLN melalui Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan harga USD 0,20 per kWh. Proyek ini juga diproyeksikan menciptakan hampir 1.000 lapangan kerja hijau.
Fasilitas ini menggunakan teknologi *moving grate incinerator* berstandar Eropa untuk menekan emisi, serta sinergi dengan teknologi pirolisis untuk mengolah timbunan sampah eksisting menjadi bahan bakar minyak.
Sebelum pembangunan, proyek telah mendapatkan dokumen AMDAL dari Kementerian Lingkungan Hidup dan menandatangani PJBL dengan PLN. Pemerintah dan TNI AD berharap model pengelolaan sampah terpadu ini dapat dikembangkan di berbagai daerah lain di Indonesia.