Survei Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada tahun 2026, meningkat dari prakiraan sebelumnya sebesar 5,11%. Meskipun daya beli konsumen masih mengalami pelemahan, belanja pemerintah yang masif berperan penting sebagai penopang ekonomi domestik.
Untuk kuartal keempat tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan naik menjadi 4,9%, menggeser proyeksi sebelumnya sebesar 4,86%. Angka ini menjadi kontributor utama bagi target pertumbuhan tahunan yang lebih tinggi.
Indikator sektor produksi menunjukkan tren positif, terlihat dari kembalinya sektor manufaktur ke zona ekspansi. Indeks Manufaktur Purchasing (PMI) meningkat dari 49,8 menjadi 52,4 pada bulan September.
Sementara itu, surplus perdagangan juga tercatat meningkat signifikan menjadi US$3,55 miliar pada Agustus. Pertumbuhan ekspor mencatatkan kenaikan 6,72% secara tahunan, sementara impor melambat menjadi 19,09%.