Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, DIY, memastikan ketersediaan ikan lele di pasaran tetap aman meskipun wilayah tersebut dilanda kemarau panjang. Kepala DKP Bantul Istriyani menyatakan bahwa pasar lele di Yogyakarta sangat dinamis, sehingga saat produksi lokal berkurang, pasokan dari luar daerah akan masuk memenuhi kebutuhan.
Produksi lele di Bantul mencapai sekitar 7.000 ton per tahun dengan melibatkan lebih dari 300 kelompok budi daya. Istriyani menjelaskan bahwa kepadatan penebaran benih lele perlu disesuaikan dengan luas kolam dan sirkulasi air, misalnya kolam tiga meter persegi tanpa aliran air dapat ditebar sekitar 1.000 benih, sedangkan dengan aliran sedang bisa 3.000 ekor dan aliran deras hingga 5.000 ekor.
Kendala utama selama kemarau adalah stres ikan akibat fluktuasi suhu ekstrem yang berpotensi menimbulkan penyakit. DKP telah melakukan pengawasan dengan menerjunkan dokter hewan dan petugas pemantau kesehatan ikan. Banyak pembudi daya juga telah menerapkan teknologi budi daya air mengalir untuk mengantisipasi dampak kemarau.
Istriyani mengimbau para pembudi daya meningkatkan pemantauan kondisi ikan dan benih secara rutin, karena perubahan kondisi bisa terjadi dengan cepat dari pagi ke siang. Dengan langkah-langkah tersebut, pasokan lele di Bantul diharapkan tetap stabil sepanjang musim kemarau.