Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa kelangkaan beras untuk jenis tertentu, khususnya kelas menengah, masih terjadi di Kota Bandung. Ia menyebut secara kuantitatif total pasokan beras sebenarnya cukup, namun distribusi berdasarkan jenis membuat beras kelas menengah menghilang dari pasar.
Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan penertiban untuk mengatasi masalah ini, dan Pemkot Bandung menunggu hasilnya. Kementan juga akan mendorong distributor untuk kembali memenuhi kebutuhan beras kelas menengah.
Farhan menambahkan bahwa stok beras SPHP dari Bulog dan beras super masih mencukupi. Namun, permintaan beras kelas menengah paling tinggi sehingga kelangkaan ini terjadi.
Pemkot Bandung tidak dapat melakukan intervensi karena ini merupakan mekanisme pasar, dan tidak bisa menyalahkan distributor. Ia berharap penertiban dari Kementan dapat segera menyelesaikan masalah tersebut.