Pengembangan kawasan hutan pangan di Gunungkidul, DIY, menjadi sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi desa melalui Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka yang beranggotakan sekitar 400 petani lokal. Program ini mendapat dukungan Pemerintah Daerah DIY dan arahan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta telah menghasilkan sedikitnya tiga kali panen.
Untuk menghadapi lahan karst yang kering, pengelolaan dilakukan dengan sistem tumpangsari dan pengairan berbasis energi bersih. Ke depan, kawasan ini diarahkan tidak hanya sebagai sumber bahan pangan dan bahan baku kuliner, tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan eduwisata.
PT Pertamina melalui program TJSL menegaskan komitmennya untuk memberikan dampak jangka panjang yang terukur, berkelanjutan, dan transparan, mencakup kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi petani, serta pelestarian ekosistem. Pertamina Foundation menekankan keberhasilan diukur dari manfaat yang bertahan lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Sebagai dukungan konkret, Pertamina Foundation menyerahkan dua unit kendaraan angkut roda tiga untuk mobilitas hasil panen. Hilirisasi produk lokal, seperti dari pohon nangka, diharapkan memperkuat ekonomi desa dan mendukung swasembada pangan.