Center of Economic and Law Studies (Celios) mendesak Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi untuk tidak hanya mengundang investasi industri intermediate, tetapi juga mendorong pengembangan hingga sektor hilir guna meningkatkan nilai tambah. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menekankan pentingnya investasi yang lebih hilir dalam hilirisasi mineral kritis, seperti nikel. Ia mencontohkan bahwa investasi tidak cukup diarahkan pada industri pengolahan primer seperti feronikel atau nickel pig iron. Bhima berharap Kemenko yang dipimpin Bahlil Lahadalia dapat mendorong investasi hingga level midstream seperti prekursor baterai atau lebih hilir lagi, dengan tata kelola lingkungan yang lebih baik.