Pertamina melalui Pertamina Foundation, bersama UGM dan DLHK DIY, menggelar panen raya dan penanaman lanjutan pohon nangka di kawasan Hutan Lestari Wanaboga Nangka, Gunungkidul, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa. Program ini memanfaatkan lahan hutan seluas 87 hektare untuk memenuhi kebutuhan bahan baku nangka muda bagi industri gudeg Yogyakarta, yang saat ini mengalami defisit sekitar tujuh ton per hari dari produksi lokal.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 400 petani lokal dari Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka dan mendapat dukungan pemerintah daerah serta Gubernur DIY. Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, menekankan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan energi.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan komitmen TJSL yang berkelanjutan dan terukur, sementara Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menekankan pentingnya dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini juga mengembangkan sistem tumpangsari dan pengairan berbasis energi bersih untuk mengatasi lahan karst yang kering.
Dalam jangka panjang, kawasan ini diarahkan menjadi lumbung pangan, sumber bahan baku kuliner, dan eduwisata. Pertamina Foundation menyerahkan bantuan kendaraan angkut dan paket pendidikan, serta kegiatan ditutup dengan tradisi Kembul Bujono dan musik Rinding Gumbeng sebagai ungkapan syukur.