US drone company owned by Google's former CEO won a Department of War competition with a huge lead — but that was not the biggest surprise

Selasa, 29 September 2026 pukul 23.10
US drone company owned by Google's former CEO won a Department of War competition with a huge lead — but that was not the biggest surprise

Sumber Berita Asli

Latest from TechRadar

Baca di Website Asli ↗
Perennial Autonomy, perusahaan drone yang didirikan dan didanai oleh mantan CEO Google Eric Schmidt, memenangkan kategori deep strike dalam kompetisi Gauntlet II yang diadakan Departemen Perang AS dengan skor 80,1 poin, unggul 9,2 poin atas pesaing terdekatnya. Kompetisi ini bertujuan menemukan drone serang satu arah yang efektif namun murah untuk produksi massal, dan para pemenang berpeluang mendapatkan pesanan produksi. Yang mengejutkan, empat peserta yang terhubung langsung dengan produsen drone Ukraina—Stellarion, Grim Tech, F-Drones melalui UDD Tech Corp, dan General Cherry melalui Wilcox Cherry Defense—tidak ada yang masuk lima besar dalam kategori deep strike, meskipun Grim Tech mengklaim memproduksi hingga 350.000 drone per bulan untuk kebutuhan perang. Ukraina sebenarnya masih hadir secara tidak langsung: SkyFall menempati posisi keempat melalui mitra Inggrisnya, Skycutter, dan Perennial Autonomy sendiri berawal dari White Stork pada 2023 setelah pertemuan Schmidt dengan pejabat Ukraina. Stellarion, satu-satunya peserta yang berbicara publik, menyalahkan faktor logistik seperti izin ekspor dan pengiriman yang lambat, bukan performa drone mereka, sebagai penyebab kegagalan. Hambatan struktural juga memperberat peserta berbasis Ukraina, karena Pentagon tidak dapat membeli langsung dari pemasok Ukraina dan kontraktor harus berupa entitas hukum AS dengan kepemilikan asing yang dibatasi, sehingga putaran berikutnya (Gauntlet III) mungkin akan ditentukan sama besarnya oleh izin, dokumen, dan daftar komponen seperti halnya performa teknis.

Berita Terkait Lainnya