Honda menghadapi gugatan hukum dari konsumen di Amerika Serikat terkait malfungsi sensor kamera depan pada sistem keselamatan Honda Sensing. Produsen otomotif tersebut diduga mengetahui adanya kecacatan pada sistem ini, namun tidak mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.
Sistem yang dirancang untuk mendeteksi bahaya dan memitigasi tabrakan itu dilaporkan sering mengalami gangguan hingga gagal berfungsi total. Konsumen terpaksa merogoh biaya perbaikan yang mahal, mencapai sekitar Rp53,3 juta, tanpa adanya jaminan masalah tidak akan kambuh kembali.
Masalah teknis ini diklaim menimpa berbagai model Honda dari berbagai tahun produksi, termasuk Odyssey, Pilot, Civic, HR-V, dan Clarity. Gugatan tersebut secara resmi telah didaftarkan di Pengadilan Distrik AS untuk wilayah Distrik Pusat California.
Menariknya, ini merupakan gugatan hukum kedua dalam kurun waktu kurang dari dua bulan yang menyoroti masalah teknis serupa pada fitur keselamatan Honda, menambah tekanan hukum bagi perusahaan.