PT PLN (Persero) mengubah strategi pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan tidak lagi sekadar menetapkan jarak antar fasilitas. Kini, penentuan lokasi dan jumlah SPKLU disesuaikan dengan kepadatan populasi kendaraan listrik (EV) di suatu wilayah serta rencana ekspansi dari produsen EV.
Alih-alih membangun fasilitas pengisian daya lebih dulu, PLN kini aktif berdiskusi dengan produsen kendaraan listrik untuk memetakan strategi pemasaran dan arah pertumbuhan pasar. Pendekatan ini memastikan pembangunan infrastruktur dilakukan di lokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
PLN juga memastikan kapasitas pasokan listrik di berbagai wilayah, termasuk di luar Pulau Jawa seperti Sumatra, masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik. Tantangan utama saat ini lebih berfokus pada penyelarasan rencana penjualan produsen EV dengan pengembangan infrastruktur.
Sebagai bentuk dukungan tambahan bagi pengguna, PLN mengembangkan layanan EV Digital Services (EVDS) melalui aplikasi PLN Mobile. Layanan ini bertujuan untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam mencari lokasi fasilitas pengisian daya terdekat.