Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya perbaikan mendasar tata ruang dan pengelolaan tata air untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang setiap musim kemarau di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, kunci pencegahan berkelanjutan adalah membangun infrastruktur pembasahan seperti sekat kanal dan pintu air, serta menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak memicu titik api di bawah tanah.
Hanif mendorong pemerintah daerah bersama Forkopimda untuk membuat peraturan daerah guna menata ulang keberadaan lahan kosong yang rentan terbakar. Langkah ini dinilai mampu menghemat anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah sekaligus mencegah bencana kesehatan akibat kabut asap.
Penanganan secara dini saat ini diprioritaskan di tiga wilayah etalase Banjarbaru, yaitu Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan, mengingat wilayah tersebut merupakan ibu kota provinsi dan memiliki bandara sebagai gerbang utama.