Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) II Sumatera untuk mempercepat perbaikan infrastruktur sumber daya air (SDA) yang rusak akibat bencana alam.
Perbaikan difokuskan pada sejumlah lokasi, salah satunya Sungai Aek Sigala-gala di Tapanuli Tengah, dengan membangun sabo dam di hulu dan penguatan tebing di hilir guna menahan sedimen serta mencegah banjir susulan. Alat berat kini sudah dikerahkan di lapangan.
Tahun ini, Pemprov Sumut menargetkan 16 kegiatan pascabencana yang tersebar di tujuh daerah terdampak. Anggaran dana transfer ke daerah senilai puluhan miliar rupiah dialokasikan untuk perkuatan tebing, rehabilitasi saluran irigasi, dan perbaikan tanggul sungai.
Selain memulihkan infrastruktur rusak, pemprov juga akan menambah jaringan irigasi baru guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.