Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia mendorong elektrifikasi transportasi publik, khususnya bus listrik, karena dinilai memberikan dampak signifikan dan penghematan biaya operasional yang lebih murah dibandingkan bus konvensional.
Selain itu, elektrifikasi ini dipandang memudahkan perencanaan karena rute dan frekuensi transportasi publik sudah jelas, sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk melakukan reformasi serta peningkatan layanan transportasi publik secara menyeluruh.
Mendukung upaya tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan 10.000 unit bus berbasis elektrik, hidrogen, dan hibrida beroperasi di Jakarta pada 2030 guna menekan emisi dan polusi udara.
Dari sisi ekonomi, TransJakarta mencatat satu unit bus listrik berpotensi menghemat subsidi BBM pemerintah hingga Rp302 juta per tahun. Penghematan biaya selama 5,5 tahun operasional per unit bahkan dapat mencapai Rp3,9 miliar, atau setara harga pembelian satu unit bus listrik 12 meter.