Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) belum sepenuhnya akurat, namun ia menegaskan telah terjadi peningkatan signifikan dibandingkan satu hingga dua tahun lalu. Menurutnya, akurasi data adalah kunci penyaluran bansos agar tepat sasaran.
Kementerian Sosial sejak 2025 melakukan konsolidasi data melalui digitalisasi bansos, yang melibatkan registrasi ulang dan pendaftaran penerima manfaat baru. Penentuan kelayakan dilakukan oleh sistem terintegrasi yang terhubung dengan data kepemilikan tanah, kendaraan, listrik, dan Dukcapil, sehingga verifikasi berjalan otomatis.
Untuk mengatasi keterbatasan akses digital, Kemensos membuka dua jalur pendataan: melalui pemerintah setempat (RT/RW) dan agen perlindungan sosial (perlinsos). Uji coba di Banyuwangi menunjukkan sekitar 60 persen masyarakat melakukan pendaftaran ulang, dengan 10 persen mandiri dan sisanya dibantu agen.
Program ini kini diperluas ke berbagai kabupaten/kota, termasuk Kota Semarang, dan situs perlinsos.kemensos.go.id telah dapat diakses secara nasional.