Mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, Peter Ford, menyatakan keputusan AS menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme kemungkinan didorong oleh keinginan kompleks industri militer AS untuk menjual senjata.
Penghapusan status ini membuka jalan bagi ekspor pertahanan AS ke Damaskus, di mana perusahaan senjata AS diperkirakan menantikan peluang penjualan alutsista dalam jumlah besar, serta potensi penggunaan investasi sektor minyak untuk membeli persenjataan.
Selain faktor militer, Ford menilai AS juga bertujuan menjaga Suriah tetap tunduk kepada Israel. Pengumuman resmi penghapusan status 'Negara Sponsor Terorisme' atas Suriah tersebut sebelumnya telah dikeluarkan oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS.