Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 Giga Watt peak (GWp) di berbagai wilayah Indonesia. Peresmian dilakukan di Bali dengan target pengerjaan dipercepat selama dua tahun guna mewujudkan kedaulatan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor energi.
Proyek raksasa ini menelan investasi sebesar Rp 1.140 triliun dan diproyeksikan menyerap 5,5 juta tenaga kerja. Selain mendorong penggunaan energi bersih, program ini ditargetkan memberikan penghematan anggaran subsidi energi nasional hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya.
Tahap awal pembangunan difokuskan pada 14 proyek pertama dengan kapasitas total 5.216 MWp yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, hingga Batam. Sejumlah proyek tersebut kini telah memasuki tahap siap tender, groundbreaking, hingga proses konstruksi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa PLTS di Bali senilai 1.000 MW akan menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel, menghemat 0,6 juta kiloliter solar. Program ini juga mengintegrasikan fasilitas seperti cold storage untuk memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau terpencil.