DARI LUAR KE DALAM ISTANA: ROCKY GERUNG MASUK WANTIMPRES, SIKAP KRITIS DIBAWA KE RUANG PERTIMBANGAN

Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 07.23
DARI LUAR KE DALAM ISTANA: ROCKY GERUNG MASUK WANTIMPRES, SIKAP KRITIS DIBAWA KE RUANG PERTIMBANGAN

Sumber Berita Asli

Networks - Berita Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Rocky Gerung resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pelantikan ini menandai perpindahan posisi Rocky dari kritikus di luar pemerintahan menjadi bagian dari struktur yang memberikan pertimbangan kepada Presiden. Setelah dilantik, Rocky menegaskan bahwa sikap kritisnya tidak akan berubah, hanya posisinya yang bergeser dari luar ke dalam pemerintahan. Rocky menjelaskan bahwa fungsi Wantimpres bukanlah menjalankan pekerjaan teknis, melainkan memiliki kedudukan etis untuk melihat dampak dan konsekuensi kebijakan serta memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan. Ia membedakan antara kritik dan kritis, di mana fungsi Wantimpres adalah bersikap kritis terhadap kebijakan, bukan sekadar menyampaikan kritik. Sikap kritis ini diperlukan karena kebijakan dapat menimbulkan persepsi dan dampak yang berbeda di masyarakat. Perjalanan Rocky menuju Wantimpres menjadi perhatian publik karena perubahan ruang tempat ia menyampaikan pemikiran. Jika sebelumnya kritik disampaikan sebagai bagian dari pengawasan masyarakat, kini gagasan tersebut memasuki ruang pertimbangan kebijakan. Tantangan baru muncul: tidak hanya berani mempertanyakan, tetapi juga mampu menawarkan pertimbangan yang memiliki dasar, argumentasi, data, dan kemampuan membaca dampak. Pelantikan Rocky membawa harapan sekaligus pertanyaan publik tentang apakah sikap kritisnya dapat dipertahankan di dalam struktur kekuasaan. Jawabannya akan terlihat dari bagaimana ia menjalankan tugas dan menyampaikan pertimbangan dalam praktik. Publik berhak mengawasi kinerja, gagasan, pertimbangan, transparansi, serta dampaknya terhadap kepentingan masyarakat dan negara. Waktu, proses, dan kerja nyata yang akan membuktikan apakah sikap kritis tetap menjadi energi untuk menguji kebijakan dari dalam.

Berita Terkait Lainnya