Sejumlah kapal perang Rusia dari Armada Pasifik, termasuk frigate Marshal Shaposhnikov, tanker Pechenga, dan destroyer Admiral Tributs, berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak pertengahan pekan hingga Sabtu (4/10). Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Rusia, dengan agenda meliputi unjuk kemampuan kapal, pertukaran profesional antar personel angkatan laut, kegiatan budaya, serta pengenalan objek wisata dan tradisi.
Komandan detasemen Armada Pasifik Rusia, Laksamana Muda Evgeny Myasoedov, menyatakan bahwa Open Ship Day pada 2 Oktober mendapat antusiasme tinggi dari warga Indonesia. Ia juga mengutip pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa Samudra Pasifik tidak memisahkan, melainkan menyatukan kedua negara, sejalan dengan semangat membangun jembatan dan memperdalam kerja sama.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan bahwa pengembangan Angkatan Laut Rusia bukan untuk melawan negara mana pun atau terlibat perlombaan senjata di Pasifik, melainkan untuk menjamin pertahanan negara dan mendorong kerja sama bersahabat. Ia juga menyebut latihan maritim bersama dapat meningkatkan saling pengertian dan mencegah insiden di laut, dengan latihan Komodo edisi keempat telah digelar di Bali pada 2025 dan edisi kelima direncanakan di Indonesia tahun depan.
Detasemen kapal tersebut memulai perjalanan dari Vladivostok, Rusia, ke Jakarta selama sekitar 20 hari, dan setelah kunjungan ke Indonesia akan melanjutkan perjalanan ke George Town, Malaysia.