US government reveals $5.25 billion spending on boosting national grid to help power new AI data centers — money will cover 31 projects across 26 states, but how will it affect energy bills?
Departemen Energi AS (DOE) mengumumkan rencana alokasi dana federal sebesar $1,9 miliar untuk 31 proyek transmisi listrik dengan total nilai $5,25 miliar, di mana sisanya sebesar $3,35 miliar akan ditanggung oleh pihak utilitas, koperasi, dan lembaga negara bagian. Dana ini merupakan bagian dari program Grid Resilience and Innovation Partnerships (GRIP) yang berasal dari undang-undang infrastruktur 2021, dan sekarang dikemas ulang dalam inisiatif SPARK (Speed to Power through Accelerated Reconductoring and other Key Advanced Transmission Technology Upgrades).
Proyek-proyek ini bertujuan membangun kembali lebih dari 1.500 mil garis transmisi, menambahkan teknologi peningkatan jaringan pada hampir 21.000 mil lainnya, serta membebaskan kapasitas lebih dari 23 GW. Meskipun DOE tidak secara eksplisit menyebut AI atau pusat data dalam pengumumannya, sekitar setengah dari nilai pendanaan berada dalam kategori proyek yang dirancang untuk 'beban besar baru'—istilah industri yang mencakup pusat data AI, pabrik, dan pengguna listrik besar lainnya. Hanya tiga dari 31 ringkasan proyek yang secara langsung mengaitkan pekerjaan dengan permintaan AI atau pusat data, dengan nilai sekitar 7% atau $371 juta dari total pendanaan.
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa jaringan listrik AS yang sudah tua—sebagian besar dibangun 50 hingga 75 tahun lalu—tidak akan mampu menopang lonjakan kebutuhan daya dari pusat data AI yang terus bertambah. DOE meluncurkan inisiatif Speed to Power pada September 2025 sebagian untuk 'memenangkan perlombaan AI global,' dan pusat sumber daya pusat data mereka mencantumkan SPARK sebagai salah satu aksi jaringan. Namun, pendanaan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menanggung biaya akhir, karena konsumen rumah tangga dan pembayar pajak diperkirakan akan ikut menanggung beban pembangunan infrastruktur yang tidak sepenuhnya dibiayai oleh pengembang pusat data.
DOE memperkirakan finalisasi kontrak akan dilakukan antara Oktober 2026 dan Januari 2027, dengan ketentuan bahwa pendanaan dapat dialihkan atau dihentikan pada titik-titik pemeriksaan go/no-go. Program ini merupakan putaran ketiga dari GRIP, dan meskipun dapat membantu meredam kenaikan tagihan listrik, tetap ada kekhawatiran bahwa biaya energi akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari pusat data AI dan faktor eksternal seperti harga minyak mentah yang mendekati $100 per barel akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.