OpenAI telah merilis platform khusus untuk pengguna di bawah 18 tahun bernama ChatGPT Teens, yang diperkenalkan pada 18 Agustus 2026 ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Platform ini dilengkapi sistem prediksi usia untuk mengidentifikasi remaja tanpa perlu mereka memberi tahu usia secara eksplisit.
Sistem prediksi usia ChatGPT menganalisis kombinasi sinyal perilaku seperti pola penggunaan, waktu aktif, dan durasi akun, serta sinyal tingkat akun termasuk usia yang dinyatakan pengguna. Head of Policy Southeast Asia OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, menjelaskan bahwa sistem ini mampu mendeteksi apakah pengguna berusia di bawah 18 tahun atau tidak.
Untuk pengguna di bawah 18 tahun, ChatGPT menerapkan perlindungan tambahan dengan membatasi konten sensitif seperti kekerasan grafis, tantangan viral berbahaya, permainan peran seksual atau romantis, penggambaran melukai diri sendiri, serta konten yang mempromosikan standar kecantikan ekstrem atau diet tidak sehat. Kebijakan ini juga mendapat masukan dari para ahli perkembangan anak.
OpenAI menegaskan memiliki kebijakan keamanan berlapis yang berlaku untuk semua pengguna, mengatur bagaimana model AI merespons topik tertentu atau bahkan topik yang tidak akan mendapat respons sama sekali. Jika sistem mendeteksi akun yang menyamarkan usia, secara otomatis akan diterapkan aturan dan pengalaman yang lebih aman.