Should AI write your marketing emails? Where to automate and where to step in

Rabu, 30 September 2026 pukul 16.03
Should AI write your marketing emails? Where to automate and where to step in

Sumber Berita Asli

Latest from TechRadar

Baca di Website Asli ↗
Kecerdasan buatan (AI) kini semakin terintegrasi dalam alur kerja pemasaran email, menawarkan bantuan mulai dari menulis draf, memprediksi waktu pengiriman terbaik, hingga menganalisis kinerja kampanye. Survei menunjukkan 40% pemasar menempatkan penggunaan AI sebagai prioritas utama untuk tahun 2026, dengan manfaat utama berupa kecepatan produksi kampanye yang lebih efisien. Namun, konsumen juga semakin sadar akan penggunaan AI dan 40% di antaranya mungkin kurang mempercayai email yang ditulis AI, sementara 49% konsumen menilai kualitas konten generatif AI justru menurun. Meskipun AI menawarkan efisiensi, terdapat batasan dan risiko yang perlu diwaspadai. AI tidak dapat memahami pelanggan secara mendalam seperti manusia, dan kesalahan pada otomatisasi dapat berdampak besar, seperti mengirim penawaran yang salah ke seluruh daftar. Selain itu, ada risiko hukum terkait subjek email yang menyesatkan, seperti yang terlihat dari hampir 200 gugatan class action di Washington state. AI juga dapat mengubah cara pembaca melihat email, karena ringkasan buatan AI dapat mengaburkan pesan utama jika copy tidak jelas. Untuk memanfaatkan AI secara optimal, pemasar disarankan untuk menetapkan batas yang jelas antara tugas yang dapat diotomatisasi dan yang memerlukan tinjauan manusia. Langkah-langkah seperti memberikan brief terperinci, memverifikasi fakta dan tenggat waktu, menerapkan gerbang persetujuan pada urutan otomatis, mempertanyakan rekomendasi analitik, serta melindungi data pelanggan menjadi kunci. Pada akhirnya, AI dapat membantu menulis email, tetapi membangun kepercayaan dan makna di mata penerima tetap menjadi tanggung jawab manusia.

Berita Terkait Lainnya