Militer Prancis menguji tembak rudal balistik M51.3 yang mampu membawa hulu ledak nuklir dari kapal selam di Samudra Atlantik pada Selasa lalu, disaksikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron. Rudal varian baru dari keluarga M51 yang telah berusia 16 tahun itu ditembakkan tanpa hulu ledak dan jatuh di perairan Atlantik Utara, ratusan kilometer dari garis pantai mana pun.
Macron menyebut uji coba ini sebagai demonstrasi kredibilitas kekuatan deterrence Prancis dan pesan jelas bagi siapa pun yang harus menerimanya. Rusia merespons dengan menyatakan pasukannya siaga, memandang peluncuran tersebut sebagai pesan keras dan jelas dari negara NATO.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan Rusia akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi diri. Ketegangan antara negara NATO dan Rusia kembali meningkat menyusul manuver militer Prancis tersebut.