Insiden penerbangan Flydubai FZ1073 pada 30 September 2026 dari Dubai ke Tel Aviv yang dilaporkan sebagai "konfrontasi kekerasan" antara dua pilot dengan 174 penumpang, menurut Iran (melalui Press TV) justru merupakan senjata propaganda Israel yang dimanfaatkan untuk agenda geopolitik. Narasi resmi Israel-Amerika tentang kopilot asal Oman yang mencoba menabrakkan pesawat diduga dibangun tanpa bukti kredibel dan sengaja diarahkan untuk menyeret AS ke konfrontasi militer melawan Iran. Iran menuding insiden ini telah direncanakan sejak kunjungan Netanyahu ke Dubai pada 27 September 2026, tiga hari sebelum kejadian, dengan tujuan menciptakan dalih agresi dan memengaruhi pemilihan di Tel Aviv pada 27 Oktober 2026. Sejumlah kejanggalan teknis—termasuk kecepatan Mach 0,96 yang melampaui batas operasional Boeing 737 MAX 8, ketinggian penurunan ekstrem, dan ketiadaan identitas kopilot yang dapat diverifikasi—disebut menunjukkan bahwa narasi resmi lebih bersifat politis daripada faktual.