Gempa tektonik berkekuatan M7,7 mengguncang Panama pada 9 Oktober 2026 pukul 12.56 waktu setempat, dengan episenter di Semenanjung Azuero pada kedalaman sekitar 12,6 km. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menyebut gempa ini sebagai major earthquake karena magnitudonya besar dan hiposenternya dangkal, sehingga berpotensi menimbulkan guncangan kuat di permukaan. Analisis mekanisme fokus menunjukkan gempa dipicu oleh sesar geser (strike-slip fault) akibat akumulasi tegangan tektonik di kawasan Panama yang kompleks. Menurut Daryono, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia mengenai ancaman sesar senyap yang perlu diwaspadai.