Bloomberg melaporkan bahwa Iran berhasil mempertahankan fasilitas produksi rudal dan pesawat nirawaknya meskipun telah berbulan-bulan menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Kondisi ini memungkinkan Teheran membangun kembali persenjataan militernya.
Pejabat Barat yang berbicara dengan syarat anonim menyebut Iran masih memiliki kemampuan memproduksi senjata untuk menggantikan persenjataan yang hilang. Salah seorang pejabat mengatakan Iran masih menyimpan persediaan rudal balistik dalam jumlah besar serta sejumlah senjata antikapal.
Teheran juga dinilai mampu meningkatkan jumlah persenjataannya dalam waktu relatif singkat. Perkembangan ini muncul ketika Presiden AS Donald Trump melalui media sosial berjanji tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu Kongres AS pada November mendatang.