Kericuhan saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, menimbulkan insiden yang menimpa seorang warga sipil. Faturrohman, seorang pelajar kelas 12 Madrasah Aliyah, menjadi korban pemukulan dan intimidasi hingga dipaksa mengaku sebagai provokator.
Kejadian bermula saat Faturrohman berada di mulut gang menuju rumahnya di Pejompongan. Seseorang yang mengaku intel polisi menariknya keluar dari gang meski ia berulang kali menjelaskan bahwa dirinya adalah warga setempat.
Setelah dikeluarkan dari gang, ia langsung digebuk oleh sekelompok orang. Faturrohman menerima pukulan di dada, punggung, dan kepalanya, bahkan dipukul dengan benda menyerupai penggaris, serta kehilangan ponselnya.
Korban kemudian dibawa ke kompleks DPR/MPR RI dan lanjut ke Polda Metro Jaya. Di lokasi tersebut, ia mengaku mendapat intimidasi dan dipaksa untuk mengaku sebagai provokator dalam aksi demonstrasi tersebut.