Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kualitas udara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di Kalimantan Tengah terpantau 63 titik api dengan jarak pandang terbatas hingga sekitar 2 kilometer. Meski demikian, aktivitas masyarakat dan proses belajar-mengajar tetap berjalan normal.
Satgas Darat telah dikerahkan ke 13 kabupaten/kota dan berhasil memadamkan lahan seluas 87 hektare lebih. Namun, operasi udara saat ini terkendala oleh jarak pandang yang rendah dan sulitnya mendapatkan hujan.
Petugas kini memfokuskan penanganan pada 23 lokasi yang belum padam. Karakteristik lahan gambut dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena memicu api mudah menyebar dan membutuhkan banyak air untuk pendinginan berulang.